Dukun Bayi Menurut
Adimihardja (2005) dukun bayi adalah seorang wanita atau pria yang menolong
persalinan. Kemampuan ini diperoleh secara turun temurun dari ibu kepada anak
atau dari keluarga dekat lainnya. Cara mendapatkan kemampuan ini adalah melalui
magang dari pengalaman sendiri atau saat membantu melahirkan (dalam Anggorodi,
2009).
Dukun bayi dalam konteks penelitian ini adalah seorang wanita yang
telah berusia 70 tahun ke atas yang tidak lagi menolong persalinan dan hanya
sebatas merawat ibu dan bayi pada masa nifas karena wanita tersebut telah menjalin
kemitraan dengan bidan dan mengikuti Program Pembinaan Dukun Bayi di Puskesmas.
Pembinaan Dukun Bayi ialah bimbingan secara teknis yang
teratur, terus-menerus dan berkesinambungan dengan tujuan: (1) untuk menjaga,
mempertahankan, serta meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas
dukun bayi terutama untuk merawat ibu hamil, menolong persalinan dan
merawat ibu dan bayi selama masa nifas, dan (2) menjaga, mempertahankan
dan meningkatkan cakupan dan hasil kegiatan dukun bayi dalam merawat ibu hamil,
persalinan dan nifas (Depkes, 1993).
Berikut dokumentasi
kegiatan kemitraan antara bidan dan Dukun/paraji UPT Puskesmas jatiwaras.
(Foto Kepala UPT Puskesmas Jatiwaras : Bapak Iwan Erawan S.Kep, Ners dan Kasubbag TU : Bapak Ooy Abdul Kodir, S.Kep ketika memberi sambutan dan pengarahan ketika kegitan kemitraan berlangsung)
Foto Ibu Bidan Koordinator : Ibu Sri Winarsih, SST bersama perwakilan dari Pihak Kec. Jatiwaras dan pihak Koramil di lingkungan jatiwaras)
(Foto Kepala UPT Puskesmas & Kasubbag TU bersama pihak Polsek daerah Jatiwaras)
(Foto dokter UPT Puskesmas Jatiwaras : dr. Tatan Rahmat bersama Ibu Bidan Koordinator ketika memberikan materi/pengarahan kepada dukun/paraji)
(Foto dokter UPT Puskesmas Jatiwaras : dr. Tatan Rahmat ketika memberikan materi/pengarahan kepada dukun/paraji)
(Foto Ibu Dukun/Paraji ketika kegiatan kemitraan)
(Bentuk kekompakan antara UPT Puskesmas Jatiwaras, Pihak Kecamatan, Keamanan dan Dukun/Paraji dalam program menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi)








Komentar
Posting Komentar